Wireless Propagation (Perambat) dan ANTENUASI
14 September 2010 Tinggalkan Komentar
Wireless Propagation adalah suatu keadaan sinyal yang berlajan dari titik BTS S ke bts BTS B, dimana perjalanan sinyal dari titik satu ke titik yang lain mengalami interaksi dengan semua hal kedaan lingkungan. Hal ini bisa lebih kita lihat lansung bila mana jarak antar titik A ke titi B berjalannya sinyal melewati medan alam apa saja, baik berupa gedung, sungai, pohon-pohonan atau pegunungan.
Hal ini di sebut juga dengan interaksi sinyal, terkadang kita bisa mendapatkan 2 sinyal dengan nama SSID yang sama bisa jadi di karenakan kita menerima sinyal copyan akibat pantulan baik dari berupa gedung dan pantulan yang bersumber dari danau. 2009 lalu saya membantu salah seorang kawan saya yang berkerja sebagai coordinator IT sekabupaten. Memasanga antenna Client dengan BTS yang di arahkan yang berjarak kisaran lebih dari 100KM, dan tak tanggung medan alamnya sendiri membungkinkan prograpagation akan menjadi masalah. Di samping banyak pe pohonhanan dan berada dekat dengan pantai, hal ini menjadi kendala kami hingga butuh 1 minggu untuk dapat menyelesaikan perkerjaan ini. Hal lain yang perlu di perhatikan adalah angin, besar atau kecilnya volume udara alam yang menggoyanga antenna sangat memperngaruhi penerimaan sinyal, bisa jadi naik turunya kualitas sinya akan menjadi resiko. Salah satu alternatifnya ialah dengan memasangakan sebuah tower, jika tidak memungkinkan pembangunan tower ini terlaksana pastikan tiang antenna tidak mudah goyang bila terkena angin yang kencang.
Selanjutnya istilah lain yang di sebut juga ialah ANTENUASI, antenuasi ialah LOSS terhadap amplitude yakni simpangan yang siklus terbesar dari sebuah sinyal. Gambaran antenuasi disini ialah bila mana antara titik A dan titik B terhalang oleh medan serpti pohon, gedung atau pegungan lansung yang tidak bisa di lewati oleh sinyal itu sendiri. Kita misalkan disini titik A dan titik B terhalang oleh pohon, penting untuk kita ketahui semakin pendek panjang gelombang sinyal maka akan semakin mudah terlemahkan ketika melewati sebuah objek penghalang. Semakin panjang gelombang sinyal maka akan semakin susah untuk melemahkan objek yang di lewati. Ketika melewati objek sinyal akan melemah di bandingan sebelum melewati sehingga akan memungkinkan kita tidak bisa mendapakan konesksi yang realible.
referensi :
-Jack Unger 2003, wirelles wire-area network.
- US marine Corps. 1999 , filed antena Handbook. buletin Electronik ORARI NEws (Beon) 2004




last coment :